Category Archives: Konflik

Memahami Jalan Pikrian Politik Marx: Tidak Cukup The Communist Manifesto!


Communist manivesto telah lengkap dipersiapkan sebagai kerangka aksiologis Marx dalam mencitakan masyarakat sosialis.  The Communist Manifesto memiliki empat bagian. Bagian pertama mendiskusikan sejarah teori komunisme dan perihal hubungan antara kaum proletar dan borjuis. Bagian kedua menjelaskan relasi antara paham komunis dan kaum proletar. Bagian ketiga menunjuk pada karya sastra kaum sosialis. Bagian terakhir mendiskusikan hubungan antara kaum komunis dan partai lainnya.

Namun memahami pemikiran Marx tidak cukup hanya dengan membedah Communist Manivesto. Jika menengok perjalanan partai-partai komunis yang pernah ada, justru banyak pemikiran Marx yang tereduksi, bahkan mengalami penyimpangan. Buku Communist Manivesto yang ditulis Marx bersama Engel ini ternyata belum mampu menjadi kerangka aksiologis politik cita-cita Marx. Ini yang menjadi kesimpulan dalam diskusi rutin Sociology Studies Community (SSC) di kedai Empu Gondrong, JL. Tirto Utomo, Malang, Rabu (7/12). Tema disuksi “Pikiran Marx dalam karyanya: Communist Manivesto” ini membahas secara mendalam serpihan pemikiran Marx dari benua Eropa hingga ke penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Read the rest of this entry

Iklan

Sejarah Komunis: Refleksi Land Reform yang Gagal


Oleh: Lugas Wicaksono (ketua HMJ Sosiologi UMM 2009-2010)

Awal mula munculnya paham komunis di Indonesia ketika berdirinya ISDV (Indische Sosial Democratische Vereeniging atau Perkumpulan Sosial Demokrat Hindia) yang lahir sebelum tahun – tahun pertama abad ke dua puluh dan ditokohi oleh Sneevlit. Dalam perjalanan waktu ISDV kemudian bertansformasi menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia)yang lebih modern pada tahun 1920. Partai ini lebih memilih gerakan bawah tanah (underground) dalam setiap aktivitasnya. Read the rest of this entry

Konflik Suporter Tidak Selalu Negatif


Oleh: Lugas Wicaksono

Mahasiswa Jurusan Sosiologi UMM angkatan 2008

Persija punya The Jack untuk membela
Persib punya Viking untuk mendukung
Persebaya bangga dengan Bonekmania
Kota-kota diseluruh dunua pasti punya pasti ada
Suporter bola seperti
Kami arema salam satu jiwa

Cuplikan lagu salam satu jiwa di atas yang dipopulerkan oleh A.P.A salah satu Band supporter Arema Malang menggambarkan betapa beragammnya warna  supporter di Indonesia.  Nama- nama di atas masih sebagian kelompok supporter klub besar, belum lagi kita melihat kelompok lain yan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di Jawa Timur yang bisa dikataan kiblat sepak bola Indonesia karena banyak klub besar berdomisili di sana. Selain Aremania dan Bonekmania dua kelompok supporter yang berseteru, terdapat lagi beberapa yang lain seperti LA Mania (Persela Lamongan), Deltamania (Deltras Sidoarjo), Sakeramania (Persekabpas Pasuruan), Persikmania (Persik Kediri), Ultrasmania (GU Gresik), Boromania (Persibo Bojonegoro).

Read the rest of this entry