Category Archives: Sosiologi Klasik

Memahami Jalan Pikrian Politik Marx: Tidak Cukup The Communist Manifesto!


Communist manivesto telah lengkap dipersiapkan sebagai kerangka aksiologis Marx dalam mencitakan masyarakat sosialis.  The Communist Manifesto memiliki empat bagian. Bagian pertama mendiskusikan sejarah teori komunisme dan perihal hubungan antara kaum proletar dan borjuis. Bagian kedua menjelaskan relasi antara paham komunis dan kaum proletar. Bagian ketiga menunjuk pada karya sastra kaum sosialis. Bagian terakhir mendiskusikan hubungan antara kaum komunis dan partai lainnya.

Namun memahami pemikiran Marx tidak cukup hanya dengan membedah Communist Manivesto. Jika menengok perjalanan partai-partai komunis yang pernah ada, justru banyak pemikiran Marx yang tereduksi, bahkan mengalami penyimpangan. Buku Communist Manivesto yang ditulis Marx bersama Engel ini ternyata belum mampu menjadi kerangka aksiologis politik cita-cita Marx. Ini yang menjadi kesimpulan dalam diskusi rutin Sociology Studies Community (SSC) di kedai Empu Gondrong, JL. Tirto Utomo, Malang, Rabu (7/12). Tema disuksi “Pikiran Marx dalam karyanya: Communist Manivesto” ini membahas secara mendalam serpihan pemikiran Marx dari benua Eropa hingga ke penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Read the rest of this entry

Iklan

Membedah Pemikiran Emile Durkheim


Diskusi yang telah berjalan pertemuan ke empat ini merupakan lanjutan dari diskusi sebelumnya yang berbicara tentang pemikiran Auguste Comte. Diskusi ini di ikuti dengan antusias oleh audiens yang merupakan mahasiswa sosiologi UMM dengan latar belakang berbagai angkatan mulai dari angkatan 2008 – 2011. Mereka seakan haus ilmu dan akan terus belajar dan belajar terus bersama dengan penuh semangat. Tidak ada yang merasa paling pintar dan tidak ada yang paling bodoh. Tidak ada guru dan tidak ada murid. Sama rata dan sama rasa. “Perbedaan itu seperti pelangi yang menjadi indah dengan beraneka ragam warnanya” (Marjuki).

Diskusi SSC, Rabu 16 Nopember 2011

Di lantai 2 kedai kopi EmGe dimulai pukul 19.00 – 22.00

Pemateri          : Marjuki

Moderator       : Gofur

Notulen           : Lugas Wicaksono

Peserta  :

M. Akmal, Senis H.S.F, Rifan A., Sentot Tri A., Gagas, Firman A., Bang Jack, Haris Samsuddi, Jul Aslan, Faris, Dayat, Fakri, M.Se., Nurul Fitrianty, Ibnu Hajar, Fauzul, dan Alwi.

Hasil Notulensi diskusi

Read the rest of this entry

Sejarah Komunis: Refleksi Land Reform yang Gagal


Oleh: Lugas Wicaksono (ketua HMJ Sosiologi UMM 2009-2010)

Awal mula munculnya paham komunis di Indonesia ketika berdirinya ISDV (Indische Sosial Democratische Vereeniging atau Perkumpulan Sosial Demokrat Hindia) yang lahir sebelum tahun – tahun pertama abad ke dua puluh dan ditokohi oleh Sneevlit. Dalam perjalanan waktu ISDV kemudian bertansformasi menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia)yang lebih modern pada tahun 1920. Partai ini lebih memilih gerakan bawah tanah (underground) dalam setiap aktivitasnya. Read the rest of this entry