Author Archives: sosiologiumm

Membangun Spirit Berorganisasi Guna Mewujudkan Mahasiswa Yang Progresif


Oleh : Luluk Dwi Kumalasari,S.Sos,M.Si

Pendidikan adalah ujung tombak suatu Negara, tertinggal atau majunya sebuah Negara, sangat tergantung kondisi pendidikannya. Semakin berkembang pendidikan suatu Negara, maka semakin besar dan majulah Negara tersebut. Negara akan maju dan berkembang bila sektor pendidikan sebagai kunci pembangunan menjadi skala prioritas.

Negara besar dan berkembang menyadari bahwa pembangunan sektor pendidikan sangat perlu dinomorsatukan. Pemerintah tidak akan segan-segan menargetkan 30-40 persen dari anggaran belanja Negara untuk sektor pendidikan. Read the rest of this entry

Iklan

Liberalisme Pendidikan


Oleh: Luluk D. Kumalasari

Luluk Dwi Kumalasari

Membicarakan tentang pendidikan memang tidak akan ada habisnya. Karena pendidikan mempunyai banyak definisi sepanjang waktu dan sepanjang banyaknya orang. Setiap definisi menunjukkan pandangan individu dalam lapangan pengetahuannya masing-masing.

Bagi bangsa yang ingin maju dengan konsep peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bermutu seperti Indonesia, pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Sama halnya dengan  manusia seutuhnya yang secara jasmaniah memerlukan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Bahkan dalam institusi yang terkecil seperti keluarga, pendidikan merupakan kebutuhan utama sebagai tonggak atau tiang bagi seorang anak yang diberikan orang tuanya untuk menjalani kehidupan, dengan penentuan kelak dia akan berhasil, disamping dukungan pendidikan formal yang dicapai di luar keluarga. Read the rest of this entry

Memahami Jalan Pikrian Politik Marx: Tidak Cukup The Communist Manifesto!


Communist manivesto telah lengkap dipersiapkan sebagai kerangka aksiologis Marx dalam mencitakan masyarakat sosialis.  The Communist Manifesto memiliki empat bagian. Bagian pertama mendiskusikan sejarah teori komunisme dan perihal hubungan antara kaum proletar dan borjuis. Bagian kedua menjelaskan relasi antara paham komunis dan kaum proletar. Bagian ketiga menunjuk pada karya sastra kaum sosialis. Bagian terakhir mendiskusikan hubungan antara kaum komunis dan partai lainnya.

Namun memahami pemikiran Marx tidak cukup hanya dengan membedah Communist Manivesto. Jika menengok perjalanan partai-partai komunis yang pernah ada, justru banyak pemikiran Marx yang tereduksi, bahkan mengalami penyimpangan. Buku Communist Manivesto yang ditulis Marx bersama Engel ini ternyata belum mampu menjadi kerangka aksiologis politik cita-cita Marx. Ini yang menjadi kesimpulan dalam diskusi rutin Sociology Studies Community (SSC) di kedai Empu Gondrong, JL. Tirto Utomo, Malang, Rabu (7/12). Tema disuksi “Pikiran Marx dalam karyanya: Communist Manivesto” ini membahas secara mendalam serpihan pemikiran Marx dari benua Eropa hingga ke penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Read the rest of this entry