Konsep Pembangunan Dan Perkembangannya


Oleh Luluk Dwi Kumalasari

 Pembahasan tentang pembangunan, merupakan pembicaraan tentang usaha merubah keadaan masyarakat atau proses untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, yang mau tidak mau menuntut kita pada persoalan  bagaimana menciptakan suatu keadaan yang sudah ada menjadi keadaan yang lebih baik, karena pembangunan adalah proses multidimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam struktur sosial, sikap-sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional. Melalui akselerasi, pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Sisi lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pembangunan mencakup beberapa proses didalamnya, mencakup modernisasi, industrialisasi, pertumbuhan ekonomi ( yang lebih menilai manusia sebagai obyek dan alat produksi ), kemudian pada penampakan material saja yang lebih menganggap manusia sebagai obyek dan subyek

Menurut Peter Berger ada 2 model pembangunan yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas hidup orang `Dunia Ketiga`. Model tersebut adalah Kapitalisme dan Sosialisme. Yang sama-sama tidak berasal dari Dunia Ketiga sendiri, namun digunakan di Dunia Ketiga. Di sini masing-masing model pembangunan dilandaskan pada mitos-mitos tertentu tentang masyarakat masa depan seperti apa yang lebih baik dan usaha apa yang perlu dilakukan untuk mencapainya.

Model kapitalisme lebih dilandaskan pada ide pertumbuhan khususnya ekonomi. Anggapannya pertumbuhan yang tinggi menjamin pencapaian masyarakat yang lebih baik di kemudian hari, dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, persainganpun ditekankan. Hasil yang ada memang tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kebebasan dalam masyarakat, tetapi ketimpangan dalam masyarakatpun dapat terjadi. Dimana yang kuat posisinya dalam usaha pertumbuhan  lebih mampu menikmati hasil pertumbuhan ekonomi, sedangkan yang berkedudukan lemah kurang berkesempatan meningkatkan kualitas kehidupannya.

Model sosialisme lebih memusatkan perhatian pada kekuatan politik sebagai saran pencapaian masyarakat yang lebih baik di masa depan, yakni masyarakat yang egaliter. Secara umum, model sosialisme beranggapan bahwa pencapaian masyarakat seperti itu tidak bisa tercapai karena masyarakat Dunia Ketiga selama ini dieksploitasi oleh masyarakat industri maju. Hubungan diantara keduanya lebih menguntungkan pihak kedua (elite ekonomi) daripada pihak pertama. Sosialisme menekankan bahwa pemerataan harus dilaksanakan terlebih dahulu, yaitu prasyarat pembangunan masyarakat egaliter, masyarakat yang manusiawi.

Menurut Berger Pembangunan itu mau tidak mau pasti membawa korban (pengorbanan), maka Berger tidak menganjurkan model mana yang harus dipakai di Dunia Ketiga. Menurutnya model yang lebih baik adalah model yang sesedikit mungkin menimbulkan korban, khususnya korban manusia.

Ketika bicara tentang kebijaksanaan pembangunan, secara khusus ada 2 hal pula yang harus kita perhatikan; nilai yang pertama adalah calculus of pain, sedangkan yang kedua, calculus of meaning. Calculus of painberhubungan dengan penderitaan fisik dan material yang dialami manusia dalam proses pembangunan, jadi pembangunan selayaknya meningkatkan kualitas kehidupan fisik manusia. Dalam hubungan ini tidak dapat diterima jika pembangunan hanya meningkatkan kesejahteraan segolongan orang di masyarakat, sementara golongan lainnya yang besar jumlahnya tetap berada dalam keadaan melarat dan bahkan kian melarat dengan dilaksanakannya pembangunan; berbagai barang dan jasa produksi pembangunan harus bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat.

Nilai yang ke dua yaitu calculus of meaning bahwa dalam perumusan kabijaksanaan pembangunan, makna merupakan hal yang penting artinya dalam kehidupan manusia. Manusia baik secara individual maupun kolektif memberikan makna terhadap realitas sosial yang dihadapinya. Dan berdasarkan makna atau definisi situasi itulah tindakan dilaksanakan.

Berbicara mengenai pembangunan, maka harus pula menyinggung mengenai peningkatan kualitas hidup masyarakat dunia ketiga melalui modernisasi. Sama halnya dengan modernisasi, dalam pembangunan dibutuhkan sikap mental masyarakat yang memiliki kesadaran untuk membangun. Peranan manusia dalam pembangunan sangat menentukan, yaitu sebagai subyek sekaligus obyek pembangunan. Artinya, manusia berperan sebagai pelaku sekaligus sebagai obyek yang dibangun.

Selama ini, apabila menyinggung mengenai pembangunan kerap sekali didentikan dengan tren pembangunan kapitalisme liberal. Kapitalisme liberal sendiri, sering disebut sebagai konsep awal yang mengutamakan pembangunan sebagai sarana social change dalam suatu negara.

Konsep pembangunan ala kapitalis liberal, sebenarnya tidak hanya diadopsi oleh negara-negara Eropa dan Amerika Utara, namun sebetulnya telah lama pula diadopsi oleh negara-negara Amerika Latin sejak era Depresi Ekonomi melanda Amerika dan Eropa tahun 1930. Hal ini seperti ditunjukkan oleh Chile, ketika berambisi membangun negaranya dengan jalan menjadikan negaranya sebagai negara industri melalui CORFO (1939).

Pada perkembangannya kebijakan pembangunan ala Keynes yang kapitalis liberal dengan beberapa varian seperti yang diterapkan oleh Chile, ternyata memunculkan model kebijakan pembangunan lain yang cenderung berkontradiksi dengan konsep Keynes. Model kebijakan pembangunan itu diantaranya adalah model komunis yang mencapai kejayaannya ketika diterapkan oleh USSR. Pembangunan ala Keynes juga mengundang respon dari beberapa ahli seperti Presbich and Singer.

Secara umum memang pembangunan beresiko, tetapi resiko bisa diperkecil bahkan menjadi hilang (berhasil), apabila pembangunan selalu melibatkan beberapa/banyak unsur untuk pencapaian pembangunan yang adil dan berkesinambungan, kemudian tetap memperhatikan/ mengukur pembangunan yang mengacu pada; kekayaan rata-rata, pemerataan, kualitas kehidupan, kerusakan lingkungan dan keadilan sosial.

 

Pustaka Acuan ; Rapley, John Understanding Development : Theory and Practice in The Third World  Boulder : Lynne Rienner Publishers, Inc., 1996.

 

About sosiologiumm

Faqih Al Asy'ari

Posted on 13 Oktober 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: