Rangkuman Teori Sosiologi Kalisk


Karl Marx

Tulisan ini merupakan rangkuman awal tentang Teori Sosiologi Klasik. Harapannya, tulisan ini bermanfaat untuk semua sahabat mahasiswa sosiologi pada khususnya dan seluruh pegiat teori sosial pada umumnya.

AUGUSTE COMTE

Sosial Statics Dan Sosial Dynamics

Menurut Comte social static adalah suatu studi tentang hukum-hukum aksi dan reaksi antara bagian-bagian dari suatu sistem sosial.
Social Static merupakan bagian yang paling elementer dari ilmu sosiologi, namun bukan merupakan bagian yang paling penting dari studi mengenai sosiologi karena merupakan hasil dari suatu pertumbuhan. Inilah yang kemudian oleh Comte di definisikan sebagai teori mengenai perkembangan dan kemajuan masyarakat manusia.
Atas dasar tingkat perkembangan intelegensi manusia yang lebih tinggi dari binatang munculah dalam sosial dynamics maka adanya perkembangan masyarakat melalui 3 tahap, yaitu:

Tahap Theologies : segala sesuatu dikaitkan dengan yang supernatural. Ada tiga tahap yakni :
  • Fetheism : segala hal yang terjadi bersumber dari supernatural dan semua benda mempunyai kekuatan jiwa.
  • Polytheism : percaya akan banyaknya dewa dan dipengaruhi oleh animeisme dan dinamisme.
  • Monotheism : gejala-gegala alam berpusat pada kekuatan tunggal yakni Yuhan Yanga Maha Esa.
Tahap Metaphisik : perantaa dari teologis ke positive.
Tahap Positvistis/Rasional/Ilmiah : segala sesuatu dibuktikan dengan data empiris. Seorang ilmuan tidak boleh dipengaruhi emosionalnya.

B. EMILE DURKHEIM

Teori yang dikemikakan oleh Emile Durkheim:
Fakta Sosial (The Rule Of Sociological Method)

Yaitu seluruh cara bertindak yang umum dipakai suatu masyarakat dan pada saat yang sama keberadaannya terlepas dari manifestasi-manifestasi individu.

Teori Bunuh Diri (Suicide)

Durkheim memusatkan perhatiannya kepada 3 macam kesatuan sosial yang pokok di dalam masyarakat, yaitu:
* Bunuh diri di dalam kesatuan agama: rasa ingin menjadi pahlawan.
* Bunuh diri di dalam kesatuan keluarga: rasa kolektivitas besar.
* Bunuh diri dalam kesatuan politik.

Jenis bunuh diri:
Bunuh diri egoistis (egoistic suicide)
Yaitu bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dapat menolak role expectation (peranan yang diharapkan dari dirinya oleh masyarakat).

Bunuh diri altruistik (altruistic suicide)
Yaitu seseorang melakukan bunuh diri karena merasa dirinya menjadi beban masyarakat, dan merasa kepentingan masyarakat lebih tinggi dibandingkan kepentingannya.

Bunuh diri anomik (anomic suicide)
Yaitu bunuh diri yang dilakukan akibat tidak adanya aturan yang mengatur pola sikapnya.

Bunuh diri fatalistik (fatalistic suicide)
Bunuh diri yang disebabkan oleh keadaan putus asa ataupun pasrah pada keadaan disekitarnya. Jika integrasi lemah, bunuh diri naik. Namun, jika integrasi kuat, bunuh diri rendah.

Teori Solidaritas (The Division of Labour in Society)
 

Solidaritas mekanis (tidak terspesialisasi), ada pada masyarakat tradisional.
Solidaritas organis (mulai terspesialisasi), ada pada masyarakat modern.
Konsekuensi dari mekanis ke organis yaitu individualisme mulai muncul.

Teori Tentang Agama (The Elementary Froms of Religious Life)

Asal mula agama adalah dari masyarakat itu sendiri. Setiap masyarakat selalu membedakan mengenai hal-hal yang dianggap duniawiyah. Terhadap hal-hal yang dianggap suci manusia selalu membeda-bedakan dengan yang tidak dianggap suci.
Agama merupakan perwujudan dari Collective Consciousness sekalipun selalu ada perwujudan-perwujudan yang lain. Dua hal pokok dalam agama menurut beliau yakni apa yang disebut kepercayaan dan apa yang disebut ritus atau upacara-upacara. Kepercayaan adalah merupakan bentuk dari pikiran dan upacara-upacara atau ritus merupakan tindakan.

C. KARL MARX

Teori-teori Karl Marx:

Teori Dialektika

Suatu pandangan mengenai pertentangan antara tesisi dan anti tesisi titik temunya akan membentuk tesis baru yang bertentangan begitu seterusnya atau pertentangan antara dus kelas yakni kelas yang memiliki dan menguasai alat produksi dan kelas yang tidak memiliki dan menguasai alat produksi, hal ini akan berjalan terus kalau belum terbentuk masyarakat utopia (masyarakat sosialis atau komunis).

Dinamika Perubahan Sosial

perubahan masyarakat melalui revolusioner dimulai dari:

  • Tradisional/property: hunting and fishing
  • Feodal : tanah sudah mengenal sewa
  • Kapitalis : kapital majikan yang menguasai alat-alat produksi dengan buruh di lain pihak.
  • Sosialis : yang mempunyai hak milik adalah negara (state). Suatu masa transisi menuju komunis. Pada tahap ini masih ada negara yang mengatur, maka muncul birokrasi rakyat atau dictator ploretariat setelah negara dilebur, maka munculah komunis.
  • Komunis : cita-cita tidak mempunyai kuasa dan yang dikuasai. Masyarakat komunis melihat ini sebagai suatu ideology yang harus dilaksanakan. Komunis yang melahirkan masyarakat: tanpa kelas, tanpa milik, tanpa kekuasaan dan tanpa perbedaan
Teori Kelas

Yaitu sekelompok orang-orang yang memiliki fungsi dan tujuan yang sama dalam organisasi produksi. Ada tiga kelas masyarakat menurut Marx yaitu:

  • Kelas pemilik tanah
  • Kelas pemilik modal
  • Kelas pekerja
 Teori Alienasi

Bahwa kelangsungan hidup manusia serta pemenuhan kebutuhannya tergantung pada kegiatan produktif, dimana orang terlibat dalam mengubah lingkungan fisiknya tetapi sebagai konsekwensinya bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan produksinya itu yang membatasinya sebagai manusia walaupun manusialah yang menciptakan.

Empat unsur dasar alienasi:

  • Pekerja di dalam masyarakat kapitalis teralienasi dari aktivitas produksi mereka.
  • Pekerja tidak hanya teralienasi dari aktivitas produksi tetapi juga dari tujuan aktivitas tersebut/ produk.
  • Pekerja dalam kapitalisme teralienasi dari sesama pekerja.
  • Pekerja dalam masyarakat kapitalis teralienasi dari potensi kemanusian mereka sendiri.

 D. MAX WEBER

Teori yang dikemukakan oleh Weber adalah kelas dan status,  kekuasaan, dan rasionalitas.

Tindakan Sosial

Beliau menganggap sosiologi adalah suatu ilmu yang berusaha memahami tindakan-tindakan sosial dengan menguraikannya dengan menerangkan sebab-sebab tindakan tersebut. Weber memisahkan empat tindakan sosial di dalam sosiologinya, yaitu apa yang disebutnya dengan:

Rasional instrumental (zweck rational) yakni tindakan sosial yang menyandarkan diri pada pertimbangan-pertimbangan manusia yang rasional ketika menanggapi lingkungan eksternalnya.
Rasional berorientasi nilai (wert rational) yakni suatu tindakan sosial yang menyandarkan diri pada suatu nilai-nilai absolut tertentu.
Afektif/ affectual: yaitu suatu tindakan sosial yang timbul karena doronan atau motivasi yang sifatnya emosional.
Tradisional yaitu tindakan yang didorong dan berorientasi kepada tradisi masa lampau.

Teori Kekuasaan dan Wewenang

Kekuasaan menurut weber adalah kemampuan untuk memaksakan kehendak meskipun sebenarnya mendapat tentangan atau tantangan dari orang lain.

Tiga jenis legitimasi atau wewenang menurut Weber:

  • Wewenang tradisional

Berlandas pada kepercayaan yang mapan terhadap kekudusan, tradisi zaman, serta legitimasi status berdasarkan otoritas.

  • Wewenang kharismatik

Mutu luar biasa yang dimiliki seseorang dan tidak dimiliki oleh orang lain.

  • Wewenang rasional – legal

Berdasar pada komitmen terhadap seperangkat aturan yang diundangkan secara resmi dan diatur secara impersonal (resmi dan umum).

Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme

Dimana weber meneliti berbagai agama yang ada di dunia dan menemukan sebuah kesamaan dimana keluarga atau negara yang mayoritas memeluk agama Protestan memiliki konsep hidup hemat dan cenderung menjadi lebih kaya dari pada negara yang mayoritas memiliki agama lain. Di awal periode  kapitalisme, agen terpenting adalah orang protestan. Dan ini diteliti oleh Max Weber  khususnya dalam penggerak kapitalisme, yang salah satunya adalah keyakinan agama mereka yang mengahsilkan motivasi aktivitas pro kapitalis yang berorientasi pada kehidupan duniawi.

E. GEORG SIMMEL

Teori-teori Simmel yaitu:

Pemikiran Dialektis.

Yaitu suatu pemikiran dimana individu memiliki hubungan yang bersifat dualistis. Disatu pihak dia merupakan anggota masyarakat dan disosialisasikan di dalam masyarakat tersebut, tetapi pada waktu yang sama dia juga menentang masyarakat itu sendiri. Pemikiran Dialektik merupakan salah satu teori Simmel yang paling terkenal.

Interaksi Sosial.

Simmel mencoba membedakan bentuk dan isi dari interaksi. Bentuk yang dibedakan dari isinya disebut Sosiabilita. Selain sosiabilita, Simmel juga membedakan tentang Superordinasi dan Subordinasi.

Tiga wilayah masalah dalam sosiologi menurut Simmel yaitu:

  • Sosiologi murni, tentang variabel-variabel sosialisasi dan interaksi.
  • Sosiologi umum yang membahas produk sosial dan cultural.
  • Sosiologi filosofis.

 F. HERBERT SPENCER

Teori Darwinisme Sosial (perkembangan masyarakat) :
  • Struggule of life
  • Survival of the vitaes; bagaimana masyarakat dapat bertahan dari tantangan dan situasi.
  •  Natural selection; adanya seleksi alam
  • Progress

Dalam perkembangannya dalam masyarakat terjadilah empat tahap dalam proses penggabungan teori:

  • Penggandaan (penambahan)
  • Kompleksifikasi
  • Pembagian/ diferensiasi
  • Pengintegrasian

Kebenaran Universal

  • Adanya materi yang dapat rusak
  • Adanya kesinambungan gerak
  • Adanya tenaga dan kekuatan yang terus menerus.
G. FERDINAND TONNIES

Teori Masyarakat

Zweckwille, yaitu kemauan rasional yang hendak mencapai suatu tujuan. Zweckwille, apabila orang hendak mencapai suatu tujuan tertentu dan mengambil tujuan rasional kearah itu. Lebih menonjol di kalangan pedagang, ilmuwan dan pejabat-pejabat umumnya orang tua yang bersikap lebih rasional dan berkepala dingin daripada orang muda.

Kurwille, yaitu dorongan batin berupa perasaan. Triebwille bersumber pada selera perasaan, kecenderungan psikis, kebutuhan biotis, tradisi atau keyakinan orang. paling menonjol dikalangan petani, orang seniman, rakyat sederhana, khususnya wanita dan generasi muda.

Gemeinschaft dan Gesselchaft
  • Teori Gemeinschaft (paguyuban)

Merupakan bentuk kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal.

  • Teori Gesselschaft (patembayan)

Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin.

Teori evolusi tanpa kemajuan

Evolusi terjadi secara berlawanan dengan kebutuhan manusia, lebih menuju kearah memperburuk ketimbang meningkatkan kondisi kehidupan manusia.

Teori nilai

Menurut Tonnies, “Kehidupan bersama berasal dari kemauan manusia.” tentang bagaimana etika yang ada dalam masyarakat dan bagaimana estetika yang di hargai

About sosiologiumm

Faqih Al Asy'ari

Posted on 2 Mei 2011, in Konflik, Sosiologi Klasik. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Problem bagi pengkaji sosiolog pemula biasanya capek belajar sosiologi sebab start terlalu jauh yakni dari klasik. Berapa tokoh yang dipelajari gak paham2. Padahal kalau paham pun teori jadul (jaman dulu). Ada dua kisah yang bikin aku tertawa dan geregetan. Masak mahasiswa ambil skripsi tentang perilaku on line kok disuruh pake teori Karl Marx. Juga, ada dosen doktor lulusan UM, kok pake teori Emile Durkheim. Hari gini kok masih pake teori solidaritas…he..he. Dosenku di UGM juga bilang, gak usah belajar teori2 lain, klasik aja cukup. Soalnyateori klasik adalah dasar teori2 lain..Problemnya,nanti malahan terhenti jadi sosiolog level dasar, soale gak beranjak-anjak….ada ayam mati aja dianalisa pake Durkheim, mahasiswa kepleset pake Weber…Liat tuh, nan terbentang teori sosiologi after klasik,.y.i:Teori Modern, Teori Posstrukturalisme, Posmodernisme, Feminisme,New Left Social Movement,Postkolonialisme…de..el.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: