Definisi CSR


Definisi CSR sangat menentukan pendekatan audit program CSR. Sayangnya, belum ada definisi CSR yang secara universal diterima oleh berbagai lembaga. Beberapa definisi CSR di bawah ini menunjukkan keragaman pengertian CSR menurut berbagai organisasi (lihat Majalah Bisnis dan CSR, 2007; Wikipedia, 2008; Sukada dan Jalal, 2008).

  • World Business Council for Sustainable Development: Komitmen berkesinambungan dari kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberi kontribusi bagi pembangunan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya.
  • International Finance Corporation: Komitmen dunia bisnis untuk memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kerjasama dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal dan masyarakat luas untuk meningkatkan kehidupan mereka melalui cara-cara yang baik bagi bisnis maupun pembangunan.
  • Institute of Chartered Accountants, England and Wales: Jaminan bahwa organisasi-organisasi pengelola bisnis mampu memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, seraya memaksimalkan nilai bagi para pemegang saham (shareholders) mereka.
  • Canadian Government: Kegiatan usaha yang mengintegrasikan ekonomi, lingkungan dan sosial ke dalam nilai, budaya, pengambilan keputusan, strategi, dan operasi perusahaan yang dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkembang.
  • European Commission: Sebuah konsep dengan mana perusahaan mengintegrasikan perhatian terhadap sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksinya dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan.
  • CSR Asia: Komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan, seraya menyeimbangkan beragam kepentingan para stakeholders.
About these ads

About sosiologiumm

Faqih Al Asy'ari

Posted on 8 Mei 2011, in CSR. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. dilema antara peduli lingkungan dan politik “cuci piring”…

  2. Rachmad K Dwi Susilo

    tadi pagi saya ikut seminar CSR yang diselenggarakan oleh DPPM UMM, Pembicara Pak Prof. Sundani Nurono Soewandi, temanya: Peran dan TanggungJawab CSR dalam Pengendalian dan Optimalisasi LIngkungan. Hampir sama dengan pikiran saya bahwa CSR masih sebatas membangun image/citra. Belum betul2 untuk menyelesaikan krisis bangsa. Bahkan, sebagai dosen farmasi ITB ia menyayangkan industri farmasi yang lepas dari kewajiban karena membuat produknya tidak di indonesia…pokoke banyak hal yang perlu didiskusikan lah…

  3. Iya pak… Di era kapitalis kata temen2 hanya CSR satu2nya yang bisa sedikit menghumaniskan sistem ekonomi liberal ini. tPi di indonesi masih jauh panggang dari api. Kalow ada, mereka mengemasnya sebagai citra produk (rokok misalnya), bukan benar2 tanggungjawab sosial (meski kayaknya ni lebih baek dari pada tidak sama sekali). Tapi perusahaan yang gk patuh, gk sadar bahkan (mgkin) gk mengerti CSR jauh lebih banyak, khususnya perusahaan2 yang jauh dari jangkauan dan kontrol pemerintah (dan masyarakat kita yang cenderung Silent Majority).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: